Ketua KPU Sumsel: Beberapa Parpol di Sumsel Belum Memenuhi Syarat

Fordes Gelas Diskusi Milenial “Sang Penantang”

 

PALEMBANG | Menarik, kau milenial angkat suara menjelang Pilkada tahun 2024 mendatang, kali ini Forum Demokrasi Sumsel (Fordes) mengulik empat parpol baru dalam Diskusi Milenial dalam rangka memperingati Hari Pahlawan bertema “Sang Penantang” Tak Kenal Maka Tak Sayang” di Gun’s Cafe, Kambang Iwak, Sabtu (12/11/2022) sore.

Hadir Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumsel Amrah Muslimin, dan Komisioner Bawaslu Sumsel Ahmad Naafi SH, dihadiri tokoh politik, mahasiswa dan awak media.

Narasumber Sekjen Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Sumsel, Syaiful Islam, ketua DPW Partai Ummat H Niko Fransisco, DPW Partai Buruh Ali Hanafiah, DPW Partai Garuda, Dolmar Jayaloka Damarjaya. Selaku moderator Riza Fahlevi, ketua
Fordes.

Ketua KPU Sumsel, Amrah Muslimin menyampaikan, KPU Sumsel baru saja melakukan verifikasi faktual calon parpol tahap pertama. Hasilnya ada beberapa parpol di Sumsel yang belum memenuhi syarat.

“Mulai tanggal 10-23 November mendatang, partai politik yang belum memenuhi syarat di beberapa kebupaten bisa diberikan kesempatan untuk memperbaiki.

Harapannya, semoga parpol di Sumsel yang di sebut dalam tema Fordes Sang Penantang bisa lolos, mudah-mudahan secara nasional,” katanya.

Ketua DPW Partai Ummat Sumsel, Niko Pransisco mengatakan tidak takut dengan intimidasi mana pun, dimana yang benar harus katakan benar dan yang salah dikatakan salah.

Selanjutnya, Ketua DPW Partai Buruh Sumsel, Ali Hanafiah mengatakan, sekarang ini sedang perbaikan dalam melakukan verifikasi faktual. Konsepnya harus ada perwakilan untuk menyuarakan aspirasi di parlemen.

“Kita harus siap, partai buruh tidak muluk-muluk terpenting ada perwakilan di Senayan untuk menyuarakan aspirasi kami,” ucap narasumber.

Kemudian, Ketua DPW Partai Garuda, Dolmar Jayaloka Damarjaya menyampaikan, komitmen menembus ambang batas parlemen 2024.

“Artinya, target harus duduk di DPR RI Calon Legislatif dari Partai Garuda,” ungkapnya.

Sementara, Sekjen Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Sumsel Syaiful Islam menjelaskan politik asyik, maksudnya dalam berpolitik harus berkomitmen, menghargai dan saling support juga bersaudara.

Syaiful Islam mengatakan, bahwa partai PKN selalu berkereasi dengan model milenial.

“Sehingga kaum milenial tidak terbebani, jadi dengan kita memberikan peluang kepada mereka agar mereka memahami politik itu lebih enak dan lebih mudah,” jelasnya.

Menurutnya, memang PKN mengharapkan caleg-caleh harus baik dan lebih mengedepankan anak muda.

“70 persen anak muda dan 30 persen senior, jadi biar kedepan perubahan transisi generasi itu bisa lebih cepat, jangan di dominasi oleh senior,” tambahnya.

Syaiful menambahkan, untuk Sumsel sudah mempersiapkan partai diri, dengan target minimal 1 dapil satu kursi.

“Insyaallah, pertemuan ini bisa membangkitkan kebersamaan untuk terus menggelorakan dalam memajukan Nusantara ini,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *