Koestolo: Dalam karya, tak ada senior atau yunior

PELUKIS senior Jogyakarta DN Koestolo, menilai bahwa apresiasi terhadap seni lukis tak hanya dilakukan secara melukis karyanya.

DENGAN pengalaman dan wawasan seni yang mumpuni, DN Koestolo diajak komunitas pelukis sablon untuk pameran lukisan ilustrasi di Menoewa Kopi Jogyakarta, Sabtu (25/6/2022).

Menurut Koestolo, ajakan 400 perajin sablon untuk pameran di Menoewa Kopi itu, untuk memberikan support bagi bakat dan kreativitas para perajin sablon tersebut.

“Saya merasa terhormat diajak mereka pameran lukisan. Bagi saya, ini bukan untuk memperlihatkan senior atau yunior, atau soal finansial, itu tidak sama sekali. Tapi tujuan saya untuk memberikan motivasi bagi mereka,” ujar Koestolo kepada media ini, Sabtu (25/6/2022).

Selain dia, kata Koestolo, ikut serta dalam pameran itu Mbak Picuk, yang memerkan kain batik dan rebana batik.

Sebagai pelukis senior yang sudah sangat dikenal dalam pelataran seni lukis di Indinesia, Koestolo sangat bangga melihat anak-anak muda yang menyintai dunia seni lukis.

“Dalam rapat kemarin, mereka begitu antusias didampingi saya dan Mbak Picuk. Kata mereka, saya dan Mbak Picuk itu adalah perupa senior. Padahal sama saja. Dalam karya, tak ada senior atau yunior. Yang penting karya kita itu dihimpun dalam kekuatan estetika,” ujar Koestolo, tersenyum.

Namun Koestolo berjanji, ia dan Mbak Picuk akan memberikan motivasi kepada para pelukis muda untuk berkarya lebih maksimal.

Dalam aktivitas pameran tersebut, tiap peserta hanya diberi space terbatas. “Artinya, kita hanya mendapat ruang sekitar 3X6 meter. Yah, bagi kami yang penting bisa mendorong kreativitas mereka agar terus berkarya dengan mutu lukisan yang baik,” tambahnya.

Dalam pameran bersama itu, kata Koestolo, ditampilkan pula lukisan tak foto Neng Joglo Suryaden. “Dengan adanya sejumlah tambahan, setidaknya kita telah menampilkan kreativitas para perupa yang baik,” ucapnya menutup pembicaraan. (anto narasoma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.