Sri Lanka Makin Kacau 4 Gubernur Rusia Mundur

foto: ilustrasi
foto: ilustrasi

JAKARTA | Sejumlah peristiwa mulai dari krisis di Sri Lanka yang semakin kacau sampai perkembangan invasi Rusia ke Ukraina meramaikan berita internasional, pada Rabu (11/05/22).

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa menolak desakan untuk mengundurkan diri di tengah krisis ekonomi. Namun, ia berjanji untuk menyerahkan sebagian besar kekuasaan eksekutifnya.

Bacaan Lainnya

Dalam pidato pertamanya sejak rentetan demo yang menuntutnya mundur, Presiden Sri Langka menyatakan akan mengumumkan pemerintah persatuan dalam beberapa hari mendatang.

Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat Avril Haines meyakini China sedang berusaha membangun kekuatan militer yang mampu mengambil alih dan menguasai Taiwan. “Dalam pantauan kami China sedang bekerja keras untuk secara efektif menempatkan posisi militer agar dapat menguasai Taiwan meski kami mengintervensi,” kata Intelijen AS, Selasa (10/05/22).

Empat gubernur di daerah-daerah Rusia mengundurkan diri pada Selasa (10/5), ketika negara itu sedang dibanjiri sanksi akibat invasi Ukraina.

Gubernur di daerah Tomsk, Saratov, Kirov, dan Mari El mengumumkan pengunduran diri secara langsung. Sementara itu, gubernur Ryazan menyatakan tak akan mencalonkan diri di periode selanjutnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.