Tendangan Dwi Hurigi, Poin Paling Tinggi

PALEMBANG | Antusiasme siswa taekwondo dari 55 unit se-Kota Palembang, berusaha keras untuk ikut ujian kenaikan tingkat (UKT).

Dalam sepekan UKT tersebut dilaksanakan Pengurus Kota Taekwondo Indonesia Palembang (Pengkot TI Palembang) dalam tiga tahap.

Ketua Umum Pengkot TI Palembang Ade Arif Mochtar, mengatakan bahwa dari tiga fase tersebut, siswa yang ikut UKT hampir mencapai 2000 atlet.

“Pada Desember 2022, pelaksanaan UKT diikuti 1.040.000 siswa. Sedangkan sisanya kita laksanakan pada 15 Januari 2023 ini,” ujar Ade

Menurut dia, pelaksanaan UKT bulan ini, akan diikuti sekitar 500-an orang. “UKT tahap kedua ini kita laksanakan di Denhubren 044 Garuda Dempo di Jalan Naskah Palembang, hari Minggu kemarin (8/1/2023),” kata Ade.

Menurut dia, UKT tersebut merupakan ajang Pengkot TI Palembang untuk membina prestasi para siswa taekwondo.

“Kita berharap agar dari UKT itu bisa menghasilkan atlet-altlet taekwondo yang andal dan mampu menguasai teknik gerakan yang kita uji. Hakikatnya, apa yang dilakukan itu akan bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan mereka,” tukas Ade.

Menjawab pertanyaan siapa saja tim penguji dalam UKT tersebut, Ade mengatakan, kegiatan itu diketuai Master Alisan. “Beliau akan menguji secara individu terhadap masing-masing siswa, meski gerakan para taekwondoin ini dilakukan secara bersama-sama,” katanya.

Selain itu, kata Ade, akan dilakukan demostrasi pemecahan papan atau triplek, baik dilakukan dengan pukulan atau tendangan. Dari teknik Dwi Kyurigi, akan diuji kepada taekwondoin sabuk merah yang memecahkan papan atau triplek. “Kemudian ada tendangan putaran dolke caki yang sasannya untuk kepala”.

Sama yang diperagakan sabuk biru, katanya, motong dolke merupakan tendangan yang diarahkan ke kepala dan ditutup dengan pemukulan atau disebut montong.

Menurut Ade, di tiap unit ada yang melakukan latihan pemecahan papan atau triplek. Tergantung dari pelatihnya. Yang melakukan atraksi itu, biasanya taekwondoin sabuk biru.

Atraksi demonstrasi diterapkan keseharian untuk membela diri. Inilah teknik cara memukul dan tendangan yang benar. “Dalam hal ini kita mengasah skill keterampilan mereka,” jelas Sekum TI Palembang Edy Priono.

Edy Priono menjelaskan bahwa atlet sabuk biru antara lain memperagakan tendangan putaran setengah dwi cake. Dari tim penguji peragaan tentangan putaran dwi hurigi untuk masuk ke tahapan biru strip merah.

“Dwi hurugi merupakan satu tendangan ke sasaran di kepala. Jika dalam pertandingan, tendangan ini bisa memperoleh poin paling tinggi,” kata Eddy Priono.

Turut hadir dalam gelar UKT tersebut, Ketua KONI Palembang H Anton Noerdin, Sekum TI Palembang Edy Priono, Wadan Denhubrem 044 Gapo Mayor CHB Catur, Ketua UKT Master Alisan serta para penguji UKT pada pembukaan tahap kedua.

Ade Arief Mochtar mengatakan, secara total Pengkot TI Kota Palembang melaksanakan kegiatan UKT sebagai yang terus dilakukan secara berkala.

Sementara itu Ketua KONI Kota Palembang H Anton Nurdin memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap cabor taekwondo yang merupakan unggulan dari Kota Palembang. “Saat ini kita sedang mendesain untuk masuk ke grand DBON cabor binaan ke depan,” ujar Anton Nurdin.

Saat ini, kata Anton, pihaknya sedang menunggu Pemkot untuk memasukkan cabor taekwondo ke dalam partai khusus. “Harapan kami, dengan UKT ini dapat membangun prestasi para atlet ke jenjang tingkat lanjutan,” katanya.

Terkait aktivitas itu, KONI Kota Palembang agar taekwondo menjadi olahraga yang masuk ke dalam program DBON dan dapat mendukung penuh untuk pemenangan di Porprov XIV 2023 di Lahat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *